Para perwakilan Klub Guru, Indosat, dan Surya usai penandatanganan MOU
Dari Seminar ICT Klub Guru
SERING ditemui, murid sekolah menghabiskan waktu luangnya dengan menelusuri dunia maya di warung internet. Salah satu sarana teknologi informasi itu sangat membantu mereka mencari wawasan lebih luas di samping buku pelajaran di sekolah. Namun, kecepatan akses informasi mereka ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas gurunya. Mungkin sudah ada guru yang terbiasa menggunakan internet sebagai bahan tambahan materi pelajaran di kelas, tapi ada juga guru yang belum mengerti sama sekali.
Ketimpangan ini dijawab Klub Guru Jatim dengan merangkul Indosat dan Harian Surya. Sebuah nota kesepahaman ditandatangani untuk mendidik guru-guru di Jatim agar semakin melek internet di Auditorium
Indosat, (17/2). Penandatanganan dilakukan Ahmad Rusdilfahmi, Division Head of Marketing and Sales Support PT Indosat Regional Jatim dan Bali Nusra, Sirikit Syah selaku Ketua Klub Guru dan Dhimam Abror Djuraid selaku Pemimpin Redaksi Harian Surya. Rencananya, para guru anggota Klub Guru akan dilatih mengenai cara penggunaan internet. “Ini merupakan program yang feasible, sangat bisa diaplikasikan,” kata Sirikit. Pelatihan sebaiknya dilakukan dalam skala kecil, 20 guru per sesi selama satu hingga dua hari. Atau bisa juga kemampuan ngenet ini disebarkan dari guru-guru yang sudah paham operasional komputer dan internet. Misalnya, guru sains dan guru teknologi informasi. Selanjutnya, mereka akan menularkan ilmunya itu kepada guru-guru mata pelajaran lain. “Kami mendukung program ini, sejalan dengan program corporate social responsibility bernama Indonesia Belajar,” ujar Fahmi. Survei kecil yang pernah dilakukan Indosat menunjukkan dari 500 guru anggota Klub Guru, 25 persen di antaranya sudah melek IT. Peran Indosat
adalah memfasilitasi sambungan internet tersebut sejauh pemancar Indosat mampu menjangkau. “Jika memakai internet broadband 3G, akses internet dapat diperoleh anggota klub guru dengan mudah. Termasuk
aplikasi melalui tele conference dan video conference yang menggunakan kekuatan 3,6 megabyte per detik,” terang Fahmi. Sirikit menambahkan jika guru-guru tersebut berada di daerah yang jauh dari jangkauan
pemancar Indosat, maka mereka akan diundang belajar internet di Surabaya. Hingga kini, anggota Klub Guru berjumlah sekitar 1.500 orang. Mayoritas berasal dari Surabaya dan Bojonegoro, disusul Gresik dan Jombang. “Targetnya pada 2008 bisa memperluas cabang di 10 kabupaten,” ungkap Sirikit. Direncanakan, pada Maret 2008 kartu anggota akan dikeluarkan. Pembina Klub Guru yang juga bertindak sebagai Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti Prof Dr Muchlas Samani, M.Pd menambahkan bahwa pelatihan pada guru tersebut dapat diusahakan pula dengan mengoptimalkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada jenjang pendidikan SMP, SMA, dan SMK. “Lebih mudah bila mereka saling tukar informasi dalam komunitas mereka sendiri,” kata Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Surabaya ini. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA menekankan bahwa jaringan internet harus dimiliki oleh para guru. “Selain membaca, seorang guru sebaiknya bisa menggunakan internet,” tegasnya. Bagaimanapun, seorang guru dihormati masyarakat karena tiga hal. Yaitu karena ilmunya, kepribadiannya, serta cita-citanya. (sumber: surya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar